Telkomsel Poin Demi Loyalitas Pelanggan, Hardcluster Cekik Server Pulsa

Telkomsel Poin Demi Loyalitas Pelanggan, Hardcluster Cekik Server Pulsa
Oleh: AnneAhira.com Content Team

 
Persaingan di industri telekomunikasi tentunya membuat operator semakin berlomba-lomba membuat berbagai program untuk meningkatkan pelanggannnya. Jika meraih pelanggan sudah cukup mudah, lain halnya dengan membuat mereka bertahan dan setia untuk tetap menggunakan layanan operator tersebut. Oleh karena itu, demi menjaga loyalitas pelanggan, Telkomsel mengadakan program Telkomsel Poin.

Sayangnya, ketika dari sisi marketing produk sudah berusaha untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan pelanggannya dengan Telkomsel Poin, namun dari sisi distribusi atau channel justru membuat kebijakan yang mencekik para pedagang pulsa, khususnya pengusaha pulsa berbasis server.

Kebijakan tersebut adalah hardcluster, yaitu pembatasan wilayah jual dealer sehingga menyulitkan untuk berjualan di luar wilayah yang sudah ditentukan. Tentu saja ini membuat para pemain server pulsa berang sebab agen dan pelanggan mereka tersebar di seluruh Indonesia.

Sepertinya dari sisi channel atau distribusi sudah mengandalkan sepenuhnya pada bagian marketing untuk menggaet atau mempertahankan loyalitas klien dengan Telkomsel Poin. Tanpa menyadari bahwa distribusi mereka baik itu kartu perdana atau pun pulsa isi ulang sangat didukung oleh para dealer atau pedagang pulsa.

Sebenarnya, apa sih sistem hardcluster dan Telkomsel Poin itu? Berikut ini akan diulas dengan rinci.

Memahami Hardcluster Sebelum Tergiur Telkomsel Poin

Masih sedikit berbekas kejadian tahun lalu, ketika salah satu operator memberlakukan kebijakan hardcluster. Ketika operator yang telah berhasil menduduki peringkat kedua di Indonesia tersebut mulai melunak, malah kini justru langkah yang sama diambil oleh pemegang mahkota operator seluler nomor satu di Indonesia. Mungkin Telkomsel merasa sudah unggul, jadi tidak terlalu mengindahkan usaha dari pengecernya. Bisa juga karena merasa pelanggan sudah tidak akan berpaling berkat program Telkomsel Poin.

Tahun baru, aturan baru. Mungkin itu adalah salah satu cara untuk mengapresiasikan diri. Tak ayal lagi, operator yang saat ini menduduki peringkat terdepan malah membuat aturan baru yang menyudutkan pemain-pemain server. Kini, Telkomsel melakukan pembatasan wilayah penjualan bagi masing-masing dealer, berimbas ke server-server yang telah memiliki wilayah penjualan di berbagai wilayah. Padahal, aturan cluster Telkomsel sebelumnya masih bisa dimaklumi oleh para pedagang pulsa berbasis server. Anehnya, peraturan ini mulai diberlakukan di awal Januari 2011, hanya beberapa hari sebelum periode Telkomsel Poin berakhir.

Bagi yang belum paham apa itu hardcluster, berikut ini akan disajikan contoh perumpamaannya. Pembahasan mengenai Telkomsel Poin kita tunda dahulu. Sebagai contoh, jika dealer A memiliki wilayah Bandung Utara. Ketika outlet berada di perbatasan antara Bandung Utara dan Bandung Selatan dan terdapat beberapa sinyal dari masing-masing wilayah, maka outlet tersebut bisa terkena status penjualan di luar wilayah.

Contoh lain apabila pembeli menyimpan handphone di Bandung Selatan dan membeli pulsa di Bandung Utara, hal ini juga akan memberatkan outlet karena disebut penjualan di luar wilayah. Mungkin khusus Telkomsel, bagi yang ingin membeli pulsa harus membawa nomornya ke outlet, tidak bisa titip ke tetangga atau malah minta diisikan via telepon atau SMS lagi.

Padahal, kalau sedang ingin menggunakan poin dari Telkomsel Poin, pelanggan lebih bebas menentukan pilihan diskon di merchant daerah mana pun. Coba bayangkan jika pelanggan juga dibatasi ruang lingkup pilihan merchant berdasarkan posisi dia saat ini. Aturan cluster ini sebenarnya pernah diberlakukan, tapi dengan persentase penjualan di luar wilayah lebih tinggi. Dengan pengecilan persentase dan penalti yang sangat memberatkan dealer ini menyebabkan dealer tidak berani menjual barang ke server-server.

Akibat lainnya outlet-outlet kecil yang bergantung pada server tidak bisa berjualan Telkomsel karena modal mereka yang terbatas tidak memungkinkan untuk menyimpan stok Telkomsel. Telkomsel tampaknya lebih senang menjual mimpi pada pelanggannya dengan menyodorkan undian Telkomsel poin yang bergelimang hadiah mobil mewah dan berpelesir ke luar negeri.

Dari hasil wawancara di lapangan, ada outlet yang berada di wilayah perbatasan secara terpaksa tidak bisa berjualan karena dealer tidak berani menjual barangnya. Hal ini imbas dari kacaunya sistem Telkomsel. Telkomsel membagi wilayah dealer berdasarkan kecamatan. Namun pada kenyataan di lapangan, Telkomsel melihat outlet berada di BTS (Base Transceiver Station) siapa.

Contohnya, outlet yang berada di Gunung Batu, Bandung yang merupakan Kecamatan Cicendo, tetapi di sana terdapat sinyal dari Cimahi Selatan. Maka chip MKIOS outlet ini bisa dimatikan oleh dealer, dan outlet ini tidak bisa jualan lagi. Miris sekali nasib outlet tersebut. Sementara pelanggan dibuai oleh berbagai keuntungan menggunakan Telkomsel poin.

Jika memang strategi Telkomsel lebih fokus untuk membina loyalitas pelanggan dengan Telkomsel Poin, mengapa para pengecer yang mendukung distribusi layanannya tidak diberlakukan perhatian yang sama. Bila memang strategi hardcluster yang diberlakukan oleh Telkomsel ini bertujuan untuk merapikan wilayah, apakah cukup bijak dengan tidak mengindahkan kepentingan para server yang sudah turut menopang penjualan pulsa isi ulangnya selama ini.

Toh, ada baiknya jika pengisian cuma bisa dilakukan terhadap nomor-nomor yang berada satu BTS dengan nomor MKIOS. Jadi, penjual juga bisa langsung memberikan informasi yang jelas ke pembeli. Bukan dengan cara memberikan penalti yang besar sehingga dealer tidak berani menjual barang ke server. Apakah Telkomsel akan mendengar jeritan para pemain server pulsa?

Apa sih Telkomsel Poin?

Setelah mengetahui kondisi kendala yang menimpa para penjual pulsa, mari kita memahami program Telkomsel Poin  yang digalang oleh Telkomsel demi menjaga kesetiaan pelanggannya. Churn atau beralihnya pelanggan dari satu operator ke operator lain memang merupakan kendala yang cukup signifikan. Sebab karakteristik masyarakat masa kini, terutama yang kelas menengah ke bawah senang melakukan gonta-ganti kartu demi mendapatkan promosi awal. Setelah promosi berakhir, maka dia pun akan membeli nomor baru atau bahkan pindah ke promo yang diselenggarakan oleh operator lain.

Oleh karena itu, mempertahankan loyalitas pelanggan itu perlu, tapi apa sih yang dimaksud dengan Telkomsel Poin itu? Telkomsel poin adalah program loyalitas yang ditujukan untuk seluruh pelanggan Telkomsel demi memberi penghargaan bagi yang setia menggunakan produk dan layanan Telkomsel. Pada program Telkomsel Poin 2011, ada 3 periode, yaitu periode pertama dari awal Maret hingga akhir Juni. Periode kedua dari awal Juli hingga akhir September dan periode ketiga dari awal Oktober hingga akhir Desember.

Pengumpulan poin pada program Telkomsel Poin ini dihitung berdasarkan penggunaan masing-masing produk Telkomsel. Pelanggan pascabayar yang menggunakan kartu HALO akan mendapatkan satu poin setiap kelipatan Rp 5 ribu dari total nilai tagihan. Sementara itu, untuk pelanggan prabayar, yaitu SimPATI atau Kartu As akan mendapatkan satu poin setiap penggunaan pulsa sebesar Rp 5 ribu.

Poin tersebut akan diakumulasi setiap bulan. Poin akan diperoleh secara otomatis ke nomor pelanggan Telkomsel pada bulan kedua mulai tanggal 5 setiap bulannya setelah dilakukan perhitungan akumulasi penggunaan. Poin pada program Telkomsel poin dapat ditukar dengan berbagai jenis pilihan undian. Namun, jika merasa kurang hoki jika mengikuti undian, poin dapat juga ditukar dengan berbagai pilihan diskon pada merchant yang memiliki kerjasama dengan Telkomsel. Anda dapat mengirim SMS dengan mengetik UND lalu kirim ke 777 untuk mengetahui cara penukaran dengan hadiah undian Telkomsel Poin.

Dikutip sebagaimana aslinya http://www.anneahira.com/telkomsel-poin.htm
Atas ijin kontributor: http://roromendut.wordpress.com/about/

Comments are closed.