UKM Didorong Tingkatkan E-Commerce

Oleh Surya Mahendra Saputra

Selasa, 22 November 2011 | 18:40 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong peningkatan aktivitas transaksi elektronik pada sektor industri UKM dengan platform e-commerce terintegrasi.

Kasubdit Teknologi dan Infrastruktur e-Business Kemenkominfo Noor Iza mengatakan implementasi e-commerce pada sektor industri akan menyerap potensi pasar di Indonesia yang diproyeksikan senilai Rp3,3 kuadriliun.

Noor mengungkapkan proses transformasi masyarakat UKM dengan mengedepankan sistem pembayaran elektronik merupakan langkah percepatan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 7% pada 2014.

Menurut Noor, sistem transaksi yang berlaku saat ini belum tertata rapi. Sejumlah industri UKM masih menggunakan model transaksi konvensional. Noor menilai integrasi sistem pembayaran berbasis IT akan memfasilitasi kalangan UKM memeroleh solusi layanan interoperabel yang efisien.

“Fokus utama direktorat e-Business adalah mentransformasi bisnis konvensional menjadi bisnis yang menggunakan TIK untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional,”ujarnya saat seminar e-business di Jakarta hari ini.

Noor mengatakan gejala pertumbuhan ekonomi saat ini cenderung mengikuti tren peningkatan layanan broadband. Menurutnya, pertumbuhan 10% layanan broadband dapat mendorong 1,3% pertumbuhan ekonomi.

Noor optimistis potensi pasar e-commerce di Indonesia sangat besar namun belum digarap maksimal. Dia menilai perlu dibidani kebijakan dan regulasi yang bisa menjadi katalis untuk percepatan perkembangan e-Commerce.

Menurut Noor, ongkos teknologi dan minimnya ahli TI masih menjadi hambatan berkembangnya e-Commerce di Indonesia. Selain itu, sejumlah UKM belum memiliki strategi bisnis yang memadai dalam memanfaatkan teknologi.

“Respon pada e-commerce selama ini belum terlalu memuaskan karena belum ada single payment gateway yg interop dengan berbagai sistem pembayaran lainnya,”ungkapnya.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Djamhari Sirat mengatakan transformasi menuju e-UKM membutuhkan sejumlah perangkat fisik seperti e-payment, e-business, portal infrastruktur teknologi informasi, serta akses broadband.

Selain itu, ujarnya, regulator perlu menjamin model e-commerce yang berkelanjutan. Dengan begitu, menurut Djamhari, sejumlah stakeholder harus menjalin koordinasi interdepth dan mengidentifikasi regulasi serta proses implementasinya.

“Kalau diperlukan dapat dibentuk Peraturan Presiden sebagai dasar hukum yang kuat,”jelasnya.

Menurut Djamhari, implementasi e-commerce merupakan solusi bagi industri musik yang kini tengah berkembang. Dia menilai Indonesia memiliki potensi yang besar dalam kreatifitas musik dan penciptaan lagu.

Djamhari mengungkapkan kemajuan teknologi informasi justru memberikan kelonggaran praktik upload dan download yang ilegal sehingga merugikan industri musik nasional. Saat ini, imbuhnya, sekitar 70 situs ilegal beredar dengan tingkat aktivitas unduh ilegal mencapai 8 juta kali/hari.

Djamhari menilai industri musik membutuhkan pola transaksi yang tepat sehingga setiap orang memiliki akses e-payment guna mewujudkan transaksi yang legal. Pelaku usaha, serunya, perlu menyosialisasikan pola transaksi elektronik tersebut kepada konsumen.

Head of Marketing Nusantara Online Sigit Widodo mengakui industri game online di Indonesia saat ini masih terganjal masalah legalitas dan sistem pembayaran. Menurutnya, industri game online tidak mempunyai banyak pilihan model transaksi selain voucher dan pulsa.

Sigit menilai sejumlah publisher game online hingga kini masih kesulitan mencari jenis payment gateway yang ideal untuk jenis voucher. Dia mengungkapkan penggila game online umumnya kalangan pelajar yang tidak memiliki kartu kredit jika pola pembayaran melalui layanan PayPal.

“Selain itu, regulator juga tidak mengategorikan pulsa sebagai alat pembayaran,”katanya.

Sigit berharap implementasi e-commerce terintegrasi segera direalisasikan oleh pemerintah. Menurutnya, fasilitas model transaksi elektronik yang tepat memudahkan masyarakat menikmati layanan aplikasi games online.

“Industri game online juga akan ikut terdorong,”jelasnya. (25/Bsi)

 

Kutipan : http://www.bisnis.com/articles/ukm-didorong-tingkatkan-e-commerce

Comments are closed.